Jatuh
cinta itu gimana ya rasanya? Ya! Rasanya adalah Abstrak. Banyak yang bilang
kalau jatuh cinta itu the best feeling ever, benarkah? Karena menurut riset
yang saya rasakan selama ini ( ya, saya menjadikan diri saya sebagai kucing
prcobaan) jatuh cinta itu adalah perasaan deg – degkan yang kamu rasakan
apabila kamu dekat dengannya. Perasaan deg – degan yang kamu rasakan saat
mendengar HPmu berdering dan yang kamu dapati namanya di layar HPmu. Kadang
senyum sendiri. Kadang kecewa karena si Dia tidak membalas SMSmu secepat kau
membalas SMSnya. Tapi kamu tidak mengetahui kalau kamu sedang jatuh cinta. Yang
kamu tahu adalah : Ini perasaan biasa saja. Kamu berusaha menyangkal perasaan
itu walaupun hati kecilmu meyetujuinya kalau kamu tengah merasakan “indahnya”
jatuh cinta.
Aku
pernah merasakannya. Merasakan perasaan Nano Nano seperti itu. Tapi perasaan
itu hanya muncul selama kurang lebih 4 hari. Singkat memang. Tapi sangat indah.
Padahal kalau aku piker – piker lagi, perasaan itu sangatlah menyakitkanku. Perasaan
yang tidak terbalaskan. Perasaan di abaikan. Tapi aku tidak pernah menyesal.
Karena aku tahu, sebuah kisah cinta tidak selalu berakhir membahagiakan. Kadang
kala kita harus mengakui kalau jalan cinta kita itu Istimewa, karena ia
berakhir dengan cara yang indah namun tragis.
Ya!
Aku diabaikan. Dia pergi untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik. Aku
mengenal dia cukup lama. Awalnya aku Mulai mengenal dia dengan baik setelah aku
mendapat sebuah Project yang harus dikerjakan bersama. Tapi dari saat itu aku
baru mulai menyadari bahwa aku pernah mengenal dia sebelumnya. Aku pernah punya
kenangan dengan dia. Walaupun kenangan yang tidak indah. Menyedihkan instead.
Aku dipermalukan dalam suatu mata kuliah, awalnya aku tidak mempedulikannya
karena ya! Aku merasa aku patut di pecundangi kala itu. Namun setelah aku
mendapati diriku bersamanya mngerjakan project bersama, aku baru menyadari satu
hal : Dia! Orang yang pintar yang telah membuatku malu tempo hari.
Kepintarannya membuat aku dibandingkan dengan nya. Namun hal tersebut tidak
menjadi masalah anymore.
4
hari adalah waktu yang cukup untuk mengenalnya. Awalnya memang dimulai dengan
Project. Dia mengirimkan Sms padaku mengenai – Project. Ya! Aku sadari aku
mulai besar kepala saat itu. Padahal hal yang ia bicarakan bukanlah tentang
aku, melainkan Project. Oke, kita lupakan masalah itu. Cerita kami bak sebuah
sinetron. Dari project yang sangat mempersulitku, kamipun sering bertemu
(dengan tujuan membicarakan project) tentunya. Lama – lama aku mulai merasakan
perasaan lain. Setiap HPku bergetar hal yang aku expected ialah dirinya. Aku
harap itu SMS darinya. Walaupun ia hanya meng-SMSku untuk membicarakan project.
It’s ok. Hal yang sangat aku harapkan ialah : janganlah project ini berakhir.
Berikan kami tenggat waktu lagi. Tenggat waktu untuk bersama ( membicarakan
project). Namun ke-egoisanku tidaklah mampu merubah waktu. Project DONE.
Akupun
berfikir, mungkin suatu saat nanti akan ada lagi projects yang akan membuat
kami sekelompok lagi. Lagipula kesempatan aku untuk sekelompok dengannya akan
sangat besar. It’s ok, fikirku.
Namun
sayang, lagi lagi aku kalah dengan takdir. Takdir memintaku dan membuatku hanya
mampu merasakan perasaan itu hanya 4 hari saja. Tidak lebih. Ia membuatku
membunuh perasaan yang baru tunasnya saja yang tumbuh. Ia harus pergi.
Meninggalkan kamous. Meninggalkan tempat ini. Ironis memang. Yang aku fikirkan
lagi sekali ialah ini adalah cerita nyata! Bukan sinetron. Walapun aku tau
sinetron telah sring menaayangkan seperti ini. Dia benar – benar akan pergi. Ia
akan pergi ketempat yang jauh. Meninggalkan teman – temannya, sahabatnya, dosen
dan meninggalkan aku. Selamat jalan. Semoga kau menemukan masa depanmu di
tempat itu. Semoga kau tidak kembali. Karena ku tau tunas yang telah mati tidak
dapat dipaksakan untuk tumbuh lagi dengan cara apapun.

0 komentar:
Posting Komentar