Hari
tulisan ini di tulis, tgl 8 bulan Januari 2012, tepatnya pada pukul 15.31
adalah sebuah mimpi buruk yang menjadi kenyataan buatku. SMS dari Korti kelasku
ini benar – benar menghancurkan impian dan plan-ku yang aku siapkan jauh – jauh
hari. Saking buruk nya sampai – sampai di detik ke 10 setelah aku menerima SMS
itu, aku tak mampu berkata apa – apa. Hanya terdiam dan berharap ini hanya
lelucon. Aku harap ini hanyalah mimpi tidur siangku. Sungguh…
“Teman – Teman, katanya DSK gak hari
senin,, Namun hari sebelum sabtu pokoknya,, Jadi sehari sebelum DSK akan d ks
Infoo,, Jd jika mau pulkam silakan dah”
Lidah ku kelu. Aku menangis. Aku nda
tau maksud dari turunnya air mata ini. yang aku tau adalah ini benar’ benar nyata.
SMS ini benar- benar membunuhku. Belum selesai duka yang aku rasakan dari
hilangnya STNK motorku, kini bertambah dengan masalah SMS (tepatnya isi SMS)
yang berencana menyekap aku selamanya di Pulau ini. aku nangis. Bukan nangis
yang pelan. Aku terisak tepatnya. Seperti anak bayi yang tidak diberi permen
oleh orang tuanya, aku menangis. Aku menangis sejadi – jadinya. Aku
menghentakkan kakiku di lantai yang keras, membiarkan kakiku memar. Biar saja!
Saat ini, orang yang benar – benar I
wanna talk with adalah ibuku. Dia biasanya tau pemecahannya. Dia biasannya
mampu menenangkanku. Namun, ia juga pasrah. Ia hanya terdiam dan menyuruh
sabar. Bagaimana aku bisa sabar??? Aku tidak mau sabar lagi. Aku tau sebenarnya
sabar itu tidak ada batasnya. Jadi aku tidak mau mengatakan bahwa kesabaranku
sudah habis. Yang aku katakana adalah : “aku tidak mau bersabar untuk masalah
ini” Sungguh. Aku ingin pulang…
Pulkam hanya 5 hari ? totally NO
WAY. Aku sudah terperangkap disini selama 5 bulan. Dan aku hanya boleh menghirup
udara Lombok selama 5 hari ? apa kalian GILA?

0 komentar:
Posting Komentar