Hi folks! Untuk kesempatan kali ini, gue akan
mem-posting sebuah pengalaman dan hasil research gue mengenai tipe – tipe
manusia yang bisa di jadikan teman dan which one is NOT. Berhubung ini pendapat
gue, so, no judge ya. Karena hidup gue berbeda dengan hidup lo. Kemungkinan
aja, ada jenis teman yang gue “can’t stand with” ada justru itu kind of person
you really tolerated on. Well. Setiap manusia berbeda beda. Tergantung
bagaimana cara mereka menyikapinya aja. Tulisan ini gue terintimidasi
terinspirasi dari cerita salah seorang temen gue, anggap aja B. yang mengangap
bahwa temen gue yang lainnya yang bernama A adalah orang yang haus akan
perhatian. Yikss! Jijik gue sama orang kayak gitu. So, hal tersebut ng-buat gue
untuk melakukan sedikit observation tentang tipe teman yang truly temen dan
mana yang fakers! Chake this out!
1.
Perhatian.
Well. Gue seneng banget
kalo punya temen yang perhatian banget sama gue. Ehhmm, perhatian yang gue
maksud disini bukan seperti perhatian like-a-person-in-relationship ya. Tapi
masalahnya disini adalah, ada beberapa temen gue yang menganggap kalo hubungan
pertemanan antara 2 sahabat (dalam kasus ini 2 cewek) yang sudah lama
bersahabat dan mengatakan hal seperti “I miss you” adalah hal yang menjijikan. Guess
what?! Mereka kira itu yikks karena mereka fikir itu adalah langkah awal atau
kondisi awal untuk menjadi seorang lesbong alias lesbi. What the.. gue terus
terang udah biasa dan menganggap hal itu biasa aja. Masak sih nda boleh kangen
– kangenan sama sahabat atau temen lama? Apalagi buat mereka yang terpisah
jarak karena harus kuliah jauh atau semacamnya? Really really CHILDISH!
2.
Berkata “Rude”
on sikon.
Wait!!! Maksudnya rude
disini bukan yang berlebihan. Garis bawahi ya. Rude depends on SIKON atau situasi
dan kondisi. Well, gue sebenernya sangat teramat membeci rude-people. Maksud
gue… just see! What the god point if making human is more precious than an
animal if all the human speak like one? See? Tapi, gue juga nda terlalu suka
sama jenis teman yang terlalu kaku. Maksudnya, mereka yang bicara sama kita
seolah berbicara dengan dosen atau orang tua mereka. tutur kata harus sopan
banget. good behavior. Struktur kalimat harus sesuai dengan EYD. Please deh!
This isn’t hogward, is it?!
3.
Never ever lie!
Ini point utama yang
gue liat saat menilai seorang temen yang good or bad. Gue tau, di dunia ini,
nda mungkin ada temen atau sahabat kita yang tidak pernah berbohong. Bohong
sekarang udah menjadi tren. Tren yang amat tenar malah. Satu level tenarnya
dibawah korupsi :P. tapi bagaimanapun, temen yang baik itu, walaupun berbohong,
dia nda akan pernah dare! Once again, DARE to lie about us. Maksudnyam walaupun
dia pernah berbohong, atau malah hobi, dia nda akan pernah berbohong tentang
sahabatnya sendiri.
to be continued...


0 komentar:
Posting Komentar