Ini adalah tulisan tentang BBM lebih tapatnya, Bahan
Bakar Minyak. Bukan BlackBerry Messenger. Berita yang paling baru ini beredar
ialah tentang kenaikan harga BBM yang semulanya 5000/liter menjadi 6000/liter.
Beratkah?
Ini bisa berarti keduanya. Bisa berat, dan bisa
biasa aja (tidak peduli). Ini tergantung dari bagaimana keadaan kamu sekarang
ini. keadaan ini bukan berdasarkan bagaimana keadaan ekonomi kamu. Tapi
“bagaimana” dan “dengan siapa kamu tinggal” dan “siapa yang bertanggung jawab” atau “memberi dan menafkahi
kamu”. Bukan semata – mata “dengan siapa kamu tinggal”. Tentu saja itu adalah
hal yang sangat berbeda. Bila diperhatikan lebih jauh, lihat saja aku sebagai
contohnya. Aku adalah anak kos. Hidup masih tergantung dari ekonomi keluarga.
Bila di rata-rata-kan, keluarga ku termasuk keluarga yang lumayan. Tidak kaya,
dan tidak juga harus mengais – ngais sampah demi mendapatkan beras. Orang tuaku
bekerja sebagai guru dan keduanya menerima sertifikasi. Punya mobil dan setiap
member keluarga memiliki motor sendiri – sendiri. Namun, yang menjadi masalah
adalah “dengan siapa kamu tinggal”. Yep! Aku adalah anak kost. Tinggal sendiri
di kost yang hanya mendapatkan kiriman 600ribu perbulannya dari orang tuaku.
Terlalu sedikit? Ya! Bila dibandingkan dengan orang – orang yang kaya. Terus
terang saja, teman kost ku yang hanya
ibunya saja yang menjadi PNS dan bapaknya menjadi petani, dikirimi uang 900ribu
sampai dengan 1juta perbulannya. Itu belum termasuk kapan saja mereka berbohong
dan meminta orang tua mereka mengirimkan lagi uang tambahan untuk menutupi
beberapa keperluan mendadak. Tapi
aku? Keperluanku sama banyak dengan mereka, terkadang malah lebih banyak. Mereka
terbiasa menggunakan uang 10ribu sampai dengan 20ribu peehari, diluar uang bensin
dan uang keperluan sehari – hari. Uang 10ribu sampaidengan 20ribu itu, hanya
uang makan mereka. sedangkan aku, hanya membutuhkan 5ribu sampai dengan 10ribu
saja. Itupun masih dipotong dengan uang bensin yang membengkak. Alhamdulillah,
aku masih bisa menyisakan 100ribu sampai 200ribu dari 600ribu uang itu.
Off to the main topic.
Itu adalah rincian biayaku bila TIDAK dibebani bertambahnya harga bensin. Akhir – akhir ini,
kegiatanku makin banyak. 3 buah mata kuliah perhari, namun aku bisa bolak balik
ke kampus sampai dengan 4 atau 5 kali. Itu dikarenakan di kampusku tidak
memiliki fasilitas fotocopy ataupun print dan jilid yang notabenenya adalah
nafas para mahasiswa. Dengan kepadatan yang seperti itu, tingkat kebutuhanku
akan bensin yang semulanya 5000 dalam 4 – 5 hari, bisa mencapai 5000 dalam 2
hari. CAN YOU IMAGINE THAT??! Hal seperti itu membuatku berfikir, akan jadi apa
aku kalau seandainya harga BBM di naikkan seperti ini. bisa – bisa uang 600rb
bisa habis hanya untuk keperluan bensin saja. Kalau seperti itu, aku akan makan
apa?
Perkiraan pengeluaran
bensin
30 : 2 = 15 hari. Lalu
6000 X 15 = 90.000. itu adalah harga yang sangat muahal.
Biasanya aku hanya
membutuhkan
30 : 4 = 8 hari
(dibulatkan). Lalu 6000 X 8 = 48.000.
Kenaikannya sekitar : 42.000. OMIGOT! Dengan uang
42.000 gw bisa dapet baju! HELL NO!
Note :
Dulu pas gw nda kost,
kenaikan harga BBM jadi kentut lalu (sahabat karibnya angin lalu) bagi gw.

0 komentar:
Posting Komentar