Rabu, 20 Maret 2013

Penantianmu Terbayar, Dik…

Diposting oleh --Novi Things-- di 06.31

sepenggal prosa ini di persembahkan buat adikku tersayang, Dian fitriani. Adikku yang mampu membuktikan dan mempertontonkan kelebihannya kepada keluarganya, teman – temannya, terlebih lagi kepada dunianya



Senyum. Bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Bukan pula hal yang mustahil untuk disunggingkan. Tak ayal hal itu menginfeksikan kemuliaan senyuman. Yang membuat senyum terasa berat untuk dilakukan ialah sungkann-nya pelaku senyum untuk membungkus senyum itu dengan puing keikhlasan. Sulitnya setiap insan untuk memapah makna senyuman ke ujung ketulusan.
            Namun di sejumlah alasan tersenyum itu, yang paling sulit dilakukan ialah bagaimana menciptakan sekelumit senyum itu terpancar di ujung bibir orang terkasih. Sungguh. Membutuhkan kerja keras, menguras setiap tetes tenaga sampai kadang merobek setiap kesabaran yang mulai menipis dalam kantung – kantung cadangan keteguhan hati
            Tangismu yang mengiris kalbu 3 tahun yang lalu masih terngiang jelas dalam benakku. Tangis yang kau keluarkan karena gagalnya usaha dan impian menempelkan senyum bangga di bibir mereka. Gagalnya dirimu meruntuhkan keangkuhan setiap batas – batas tersembunyi yang kasat mata dianatara dirimu dan beberapa mereka yang terpilih. Aku masih ingat itu dengan jelas. Jangan mencoba menghindar.
            Namun, herannya, takjubnya aku, kau masih memiliki banyak cadangan – cadangan semangat yang tak pernah gentar, tak pernah terkikis oleh waktu dan keadaan. Dalam 3 tahun. Ya. 3 kali 12 bulan, dikali lagi dengan 30 hari, dikali lagi dengan 24 jam, dikali lagi dengan 60 menit, dan terakhir dengan 60 detik. Kau akan menemukan angka 93312000 dalam kalkulatormu. Ya, dalam sekian detik itu, kau mampu menumbuhkan kembali kepercayaan dirimu. Menempelkan setiap kertas berisi semangat – semangat yang kutahu jarang kau hiraukan, namun, sekedar untuk mengingatkan waktu bahwa kau pernah tersakiti olehnya. Dalam kurun waktu itu, kau bangkit, dan bangun.
            3 tahun terlewati. Waktu yang dulu pernah dengan angkuhnya menertawakanmu, yang dulu pernah menghanguskan ketentramanmu pun terdiam. Terkejut, kaget dengan apa yang kau dapat sekarang. Kau boleh berdiri dik. Angkat kepalamu. Tinggikan harga dirimu. Sunggingkan senyuman yang dulu pernah hilang dari wajahmu. Senyum. Jangan senyum gembira. Sunggingkan senyum angkuhmu. Kau boleh melakukannya. Pajangkan senyuman angkuh dan remehkan waktu yang dulu pernah membuangmu. Dalam siluet kebanggaanmu, kau akan menyadari bahwa kau sebenarnya adalah orang yang terpilih dibalik kegagalanmu. Selamat dik.

0 komentar:

Posting Komentar

 

--all the non-sense thing is exist-- Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei