tulisan ini aku dedikasikan buat mereka - mereka yang
membuat aku tidak nyaman. thanks but i fell uncomfortable like hell! Sebelumnya,
aku mau menjelaskan duduk perkaranya. Cerita ini bermula dari masuknya 3 orang
penghuni kos baru yang munhkin bagi sebagian orang layaknya “angle in disguise”.
I kinda agree about it. Thanks God karena telah mengirimkan sosok manusia yang
mau repot – repot mengubah pandangan sebagian orang di kos ini untu berubah
menjadi lebih baik. Literally. Oke, kita membahas apa perubahan-ke-arah-yang-lebih-baik
yang dimaksudkan disini. Maksudnya adalah gaya berpakaian. Well. Still don’t get
it?
Gaya berpakaian yang mereka perkenalkan ialah budaya
berpakaian secara syar’i. uknow, wearing a big – big and long dress for all the
time, wearing it even if u wanna throw the trash in front of ur room in case
somebody is going to see that. In Islam, itu benar – benar sesuatu yang diharuskan
dan bila itu sudah di haruskan, berarti itu mengandung nilai – nilai positif
dan kebaikan didalamnya. I fully realize that. Tapi force other people yang sudah
jelas – jelas mengatakan “belum siap” itu untuk mengikuti jejak mereka apakah
itu dapat dibenarkan? Apakah hal itu baik menurut pandangan mereka? Aku sadar,
kadang ini merupakan salah satu trik mereka dalam menyebarkan agama Allah
dengan kaffah (menyeluruh) tapi, instead of doing that to me, why not looking
for another human being to teach that? Did I just told u, im not ready yet! Are
u deaf? Soffy for being too rude, but, it’s really bother me!
TBH, aku akan berusaha untuk menjadi seperti
mereka. Step by step. Perlahan – lahan. Tidak lompat. Tidak lari. Cukup dengan
berjalan saja. Aku takut dengan berlari aku menjadi tidak konsentrasi dan tidak
melihat ada batu besar yang menghadang dan akibatnya aku akan terjatuh
terembab. Aku mau pelan – pelan saja. Jalan secara santai agar diperjalanannya
aku masih punya cukup waktu untuk melihat sekeliling dan menikmati pemandangan
itu. Sedikit melambai memang, tapi
bolehkan? I chose my life, not people, not even my parents. Barrakallah~~

0 komentar:
Posting Komentar