Kamis, 18 September 2014

terlalu mendadak. terlalu cepat.

Diposting oleh --Novi Things-- di 17.35
tulisan ini aku dedikasikan buat mereka - mereka yang membuat aku tidak nyaman. thanks but i fell uncomfortable like hell! Sebelumnya, aku mau menjelaskan duduk perkaranya. Cerita ini bermula dari masuknya 3 orang penghuni kos baru yang munhkin bagi sebagian orang layaknya “angle in disguise”. I kinda agree about it. Thanks God karena telah mengirimkan sosok manusia yang mau repot – repot mengubah pandangan sebagian orang di kos ini untu berubah menjadi lebih baik. Literally. Oke, kita membahas apa perubahan-ke-arah-yang-lebih-baik yang dimaksudkan disini. Maksudnya adalah gaya berpakaian. Well. Still don’t get it?

Gaya berpakaian yang mereka perkenalkan ialah budaya berpakaian secara syar’i. uknow, wearing a big – big and long dress for all the time, wearing it even if u wanna throw the trash in front of ur room in case somebody is going to see that. In Islam, itu benar – benar sesuatu yang diharuskan dan bila itu sudah di haruskan, berarti itu mengandung nilai – nilai positif dan kebaikan didalamnya. I fully realize that. Tapi force other people yang sudah jelas – jelas mengatakan “belum siap” itu untuk mengikuti jejak mereka apakah itu dapat dibenarkan? Apakah hal itu baik menurut pandangan mereka? Aku sadar, kadang ini merupakan salah satu trik mereka dalam menyebarkan agama Allah dengan kaffah (menyeluruh) tapi, instead of doing that to me, why not looking for another human being to teach that? Did I just told u, im not ready yet! Are u deaf? Soffy for being too rude, but, it’s really bother me!

TBH, aku akan berusaha untuk menjadi seperti mereka. Step by step. Perlahan – lahan. Tidak lompat. Tidak lari. Cukup dengan berjalan saja. Aku takut dengan berlari aku menjadi tidak konsentrasi dan tidak melihat ada batu besar yang menghadang dan akibatnya aku akan terjatuh terembab. Aku mau pelan – pelan saja. Jalan secara santai agar diperjalanannya aku masih punya cukup waktu untuk melihat sekeliling dan menikmati pemandangan itu. Sedikit melambai memang, tapi bolehkan? I chose my life, not people, not even my parents. Barrakallah~~

0 komentar:

Posting Komentar

 

--all the non-sense thing is exist-- Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei